Fiksi : DLBD 2

Sabtu malam selalu menjemput rasa-rasa berat hati.Berat hati untuk pulang ke Kuantan.Cuti raya haji yang seminggu akan habis,ini malam terakhir.Esok tiket bas pukul 12 tengahari.Sambil berkemas beg,adik yang muda setahun turut meneman di meja jahit,meng'oter' sehelai seluar slack hitam yang panjang seinci,aku minta dia pendekkan.

"Akak,kenapa suka dia?" Aku dalam pandang tak pandang sibuk menyusun barang untuk dimuatkan dalam satu beg besar.

"Bank yak yang akak tak suka pasal dia,sama banyak dengan kuantiti akak suka dia"
"Contoh akak suka dan tak suka"
"Suka sebab ermm ermm,alahai akak tak tahu! Sopan santun , ada agama kott"
"Ooo..."
"Tapi satu je,sesetengah hal dia belum matang,itu yang risau"

Memang,kalau tentang lelaki,aspek paling penting selain agama ialah matang dan serius dalam kehidupan.Perangai kebudak-budakan jangan dibiar terlalu lama sebati dalam diri,kelak lewat berdiri untuk ummah.Dalam sejarah,seawal usia remaja,Sultan Fateh sudah diajar untuk menjadi dewasa.Jadi,kenapa perlu biar diri hanyut dalam fasa angan-angan.Hakikatnya sekarang lelaki banyak yang tidak sedar kepentingan diri mereka untuk masyarakat abad ini,masyarakat yang perlukan simbahan islam.Mereka juga tidak mahu peduli akan hakikat bahwa mereka jugalah yang bakal menjadi imam mendidik keluarga.

Ah, perempuan cakap memang senang,lelaki terbeban jika dibicara begitu mengenai mereka!

Tidak dapat tidak,kau mesti.Lagi-lagi di akhir zaman,macam-macam.Perkara mungkar sama laju dengan kehadiran gajet-gajet canggih.Kita mahu duduk diam.Penting diri!

"Akak.Mungkinlah kan.Mungkin.Akak akan jumpa seseorang yang lain,yang santun,agama dan matang.Tak ke?"

"Ha,betul.Pernah jugak fikir"
"Tulah,kesian tengok akak,bukan salah siapa-siapa.Sebab kan,Yaya pernah ada baca pasal Al-Isyq.Penyakit.Nanti cubalah akak cari,mungkin ada penawar dia.Ibn Al-Qayyim.Sebelum terkenang-kenang,baik rawat.."

Malam itu juga selepas Yaya bagitahu,aku google dalam gelap gelita.Subhanallah,Yaya rupanya tahu.Al-Isyq,sungguh ia adalah satu penyakit yang orang bilang biasa,namun bahayanya sungguh boleh merosakkan hati dan seluruhnya.

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Sesungguhnya manusia penuh dengan najis dan kotoran. Dan orang yang dimabuk cinta melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Karena cinta, ia tidak dapat melihat aib kekasihnya. Sebab hakikat segala sesuatu dapat disingkap dengan timbangan yang adil. Sementara yang menjadi penguasa atas dirinya adalah hawa nafsu yang zhalim. Itu akan menutupi seluruh cela hingga akhirnya orang yang dilanda cinta melihat kekasihnya yang jelek menjadi jelita. “

Astaghfirullah!

Sungguhlah,jangan jatuh dalam hina begitu.Itulah antara cara-cara merawatnya,menjauh sejauhnya untuk sementara waktu,memadam semua bersangkut tentangnya,mengisi waktu sepenuhnya supaya tak bisa walau sekelip banyangnya muncul,membayangkan aib si kekasih hati yang rupanya telah diselaputi rindu.

Pada dasarnya,aku takut kalau aku tak akan berjumpa dengan sesorang yang lebih baik lagi.Kerana zaman sekarang,lelaki baik jarang sekali ditemui.Mungkinlah kerana itu,hati gopoh untuk jatuh dalam Al-Isyq. Tidakkah Allah Maha Mengetahui segala yang terbaik buat kita,dan Allah yang Maha Penyayang itu pasti akan mengkabulkan doa kita dengan gantian yang lebih baik juga.

 “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)

Dan malam itu,sedikit rasa telah hilang roboh berganti syukur dan tenang.Lillah,aku menjauh.Andai dia faham,dia pasti tidak akan berkecil hati.Semoga Allah selamatkan cinta kita.



No comments:

Post a Comment